WAKAF GOTONG ROYONG; Pendirian Masjid Indonesia di London

/
/

WAKAF GOTONG ROYONG; Pendirian Masjid Indonesia di London

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mari bersama-sama wakaf gotong royong untuk memperjuangkan pendirian masjid Indonesia pertama di kota London, Inggris Raya. Masjid ini akan menjadi pusat dakwah Islam moderat, pusat pendidikan agama dan seni, ruang silaturahmi antar warga Indonesia di Inggris, serta diplomasi kebudayaan Indonesia di Inggris Raya dan Eropa.

Impian untuk mendirikan masjid ini sudah berlangsung sejak dua puluh tahun lalu, ketika almarhum KH. Royandi Abbas beserta kiai-kiai Nahdliyyin di Inggris mendirikan komunitas muslim untuk mengorganisasi pengajian dan kegiatan sosial-keagamaan.

Saat ini, warga Indonesia Inggris yang diorganisir PCI Nahdlatul Ulama United Kingdom (PCINU UK) dan PCI Muslimat UK, bersama KBRI London, Indonesia Islamic Centre (IIC) London, PPI UK bersama dengan lembaga-lembaga lain, berjuang bersama-sama mendirikan masjid Indonesia pertama di kota London.

Mari bergerak bersama-sama membeli bangunan untuk masjid PERTAMA bagi muslim Indonesia di London, Inggris Raya. Sebagai info, luas bangunan untuk masjid ini 368.5 m2, dengan harga bangunan Rp. 30 miliar. Sementara, dana yang sudah ada yakni 18 Miliar rupiah.

Untuk itu, DANA YANG DIBUTUHKAN: Rp. 12 M (sudah harus dilunasi pada Mei 2022).

Ayo, Wakaf Gotong Royong, dengan kode 9 di akhir:
a. Rp. 50.009/orang
b. Rp. 100.009/orang

Kirimkan ke rekening:

  • Bank BNI, No rekening: 0863842139*
    atas nama: PP LAZIS NU

Keterangan: infak/sedekah/wakaf untuk pembangunan masjid di London

Konfirmasi:
https://wa.me/447916471815
(Nuryazidi)

CP. Lazisnu NUCARE
+62822-2143-7487 (Fadlan)

DONASI INTERNASIONAL:
https://events.pcinu.de/crowdfund_masjidlondon

Dukungan TWIBBON:
https://twb.nz/masjid-uk

Mohon doa dan dukungan Bapak-Ibu semua, semoga berkah melimpah.

Alfaatihah.

Kolaborasi:
PCINU UK, Muslimat UK, KBRI London, IIC London.

Didukung oleh:
NUCARE-Lazisnu, Kitabisa, Masjid Istiqlal, PPI UK, MES UK, Gusdurian Peduli.




Leave a Reply

Your email address will not be published.