,

Viral Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga Lesti Billar; Mengakhiri Hubungan Toxic dengan Hukuman

/
/


Kasus pasangan suami istri (Lesti Kejora & Rizky Billar) mencuat beberapa waktu belakangan ini lantaran Lesti Kejora, melaporkan sang suami kepada Polda Metro Jaya. Peristiwa KDRT tersebut terjadi di Jalan Gaharu III Cilandak, Jakarta Selasan pada Rabu (28/09) sekitar pukul 01.51 WIBd dan pukul 09.47. Berdasarkan peristiwa itu, Lesti yang sengaja dibanting ke Kasur, dicekik lehernya sehingga terjatuh ke lantai, mengalami kesakitan pada leher dan tubuhnya.

Hingga laporan tersebut tersebar di media sosial, banyak sekali netizen yang menyayangkan peristiwa itu lantaran keduanya dikenal sebagai pasangan muda yang romantis, penuh kehangatan, dan cukup menjadi role pasangan anak muda masa kini. Hingga berita tersebut viral di media sosial, baik twitter Instagram dan beberapa platform lainnya, belum ada keterangan resmi dari pihak Lesti ataupun pihak Rizky. Meskipun demikian, di akun media sosial beberapa sahabat Lesti, seperti Dinda Hauw dan Margin, memposting di instastory berupa dukungan kepada Lesti.

Peristiwa ini apabila dilihat lebih jauh, secara hukum, kekerasan dalam rumah tangga ditentang keras. Hal ini berdasarkan UU nomor 23 tahun 2004 yang berbunyi, setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya dengan cara:

Pertama, kekerasan fisik seperti melakukan perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat. Kedua, kekerasa psikis yang berupa perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, tidak berdaya, hinga rasa percaya percaya diri atau kemampuan bertindak. Ketiga, kekerasan seksual, yang berupa pemaksaan hubungan seksual dengan cara tidak wajar atau pemaksaan. Keempat, penelantaran ruamh tangga yang dibutkikan dengan perbuatan yang tidak memenuhi kebutuhan hidup dalam sebuah rumah tangga yang dijalani. 

Apa yang dialami oleh Lesti merupakan kekerasan fisik. Ancaman hukuman bagi pelaku kekerasan fisik, di antaranya: pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 15 juta; pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak 30 juta jika menyebabkan korban jatuh sakit atau luka berat; pedana penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak 45 juta apabila korban meninggal; pidana penjara paling lama 4 bulan atau denda paling banyak 5 jutra apabila tidak menimbulkan penyakit atau menghalangi pekerjaan.

Sementara itu, menurut Johan Galtung, seorang aktifis perdamaian yang selalu bersentuhan dengan kasus kekerasan, mendefiniskan kekerasan dalam beberapa hal, di antaranya: kekerasan langsung yang dilakukan oleh seseorang. adapula kekerasan struktural yang biasanya dalam bentuk penetrasi, segmentasi, marginalisasi, dll. Lebih jauh, melalui figurnya yang cukup cakap membicarakan tentang feminism, Johan Galtung memberikan alasan, mengapa terjadi kekerasan antara hubungan lak-laki dan perempuan karena anggapan bahwa, tubuh perempuan merupakan objek utama penindasan oleh kekuasaan laki-laki. Dominasi kekuasaan antara sebuah hubungan, laki-laki dan perempuan akan berdampak terhadap perilaku yang muncul, seperti kekerasan. Maka menjadi wajar, apabila terjadi kekerasan dalam rumah tangga, khususnya dilakukan oleh laki-laki kepada perempuan, menunjukkan ada bentuk relasi kuasa yang hadir pada rumah tangga tersebut.

Sebenarnya saya merasa greget ketika melihat kasus kekerasan dalam rumah tangga. Apalagi selama ini keduanya adalah figur yang dikenal sebagai pasangan romantis, potret rumah tangga anak muda. Lagi pula perilaku itu tidak bisa ditolerir dalam suatu hubungan.

Di sisi lain, saya merasa salut dengan sikap yang diambil oleh Lesti. Melaporkan kepada pihak yang berwajib adalah suatu perbuatan yang paling tepat dibandingkan dengan menulis threat, atau curhat di media sosial seperti publik figur pada umumnya. peristiwa ini juga mengingatkan kita bahwa, dalam sebuah hubungan, apabila terjadi kekerasan dalam rumah tangga, kita perlu tegas untuk mencari jalan keluar dalam menyelesaikannya.

Bertahan dengan hubungan toxic kadang merupakan jalan ninja yang diambil oleh beberapa orang untuk terus melanjutkan kehidupan. Ada banyak alasan yang melatar belakanginya, seperti: terlanjur menikah, hubungan yang cukup lama, atau karena kehadiran dalam sebuah rumah tangga. Hanya orang kuatlah yang berani untuk menunjukkan bahwa hubungannya tidak baik-baik saja, dan berani mengambil jalan untuk dirinya selamat dari sebuah keluarga yang mirip mulut singa. Apapun itu, kita perlu menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak Lesti ataupun Rizky.

**



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *