Tag: tafsiralquran
  • Mengenal Islah Gusmian, Pakar Tafsir di Nusantara

    Mengenal Islah Gusmian, Pakar Tafsir di Nusantara

    /
    /

    Di mata akademisi pengkaji Al-Qur’an di Indonesia, nama Islah Gusmian tidak lagi asing. Terlebih dengan debutnya menulis buku ‘babon’ “Khazanah Tafsir Indonesia: Dari Hermeneutika hingga Ideologi” yang bisa dibilang menjadi rujukan sebagian besar sarjana di bidang Al-Qur’an. Memang sebelum Islah kajian awal tentang tafsir Nusantara sudah dilakukan oleh sarjana-sarjana Barat, seperti Snouck Hurgronje, Howard M. […]

    Selengkapnya »

  • Tafsir Surah Maryam [19]: Ayat 1-2

    Tafsir Surah Maryam [19]: Ayat 1-2

    /
    /

      كٓهيعٓصٓ ١  ذِكۡرُ رَحۡمَتِ رَبِّكَ عَبۡدَهُۥ زَكَرِيَّآ ٢ Kāf-Hā-Yā-‘Ain-Shād (1). Mengingat tentang rahmat Tuhan-mu kepada hamba-Nya, Zakaria (2). Surah Maryam ini dibuka dengan huruf muqaththa’ah (huruf yang terpenggal-penggal) Kāf-Hā-Yā-‘Ain-Shād (1). Huruf-huruf ini dikenal oleh orang Arab, tetapi mereka tidak mengerti maknanya, yang demikian juga menjadi tantangan bagi orang yang hendak menandingi al-Qur’an walau membuat […]

    Selengkapnya »

  • Pengantar Tafsir Surah Maryam

    Pengantar Tafsir Surah Maryam

    /
    /

      Surah Maryam merupakan surah ke-19 menurut urutan surah-surah yang terdapat dalam mushaf al-Qur’an. Menurut al-Qurtubi, semua ulama bersepakat bahwa surah Maryam [19] merupakan golongan surah periode Makkiyah (pra-hijrah) yang terdiri atas 98 ayat. (Tafsir al-Qurtubi, 1384: 11/72). Al-Zamakhsyari dan al-Qasimi sedikit berbeda dengan pendapat tersebut, ia menyebutkan kecuali ayat ke-58 dan 71, merupakan ayat […]

    Selengkapnya »

  • Mengenal Mufasir Perempuan Aisyah Abdurrahman Bintu Syathi’ (Bag II)

    Mengenal Mufasir Perempuan Aisyah Abdurrahman Bintu Syathi’ (Bag II)

    /
    /

    Pengaruh pemikiran Amin Khuli yang merupakan suami Bint Syathi’ turut mewarnai penafsiran beliau, salah satu contohnya yaitu ketika menafsirkan Surat Al-Ashr dengan perspektif Hurriyatul al-ʿAqīdah. Al-Manhaj al-Istiqrāʾī (metode induksi) yang kemudian ia pilih sebagai alat menganalisa kajian tafsir. Keduanya, baik Bint Syathi’ dan Amin Khuli, termasuk sekian mufasir yang menolak metode tafsir ‘ilmi, misalnya saja […]

    Selengkapnya »