Tag: #perjalanan
  • Memoar Perjalanan: Beda Bangsa Beda Nasib (I)

    Memoar Perjalanan: Beda Bangsa Beda Nasib (I)

    /
    /

    Neswa.id-Seorang wanita tengah baya tiba-tiba menghampiri saya dengan membawa secarik tulisan yang dibungkus dengan sebuah map. Kertasnya nampak lusuh. Warnanya putih berpadu dengan coklat muda, atau bahasa Jawa-nya mangkak. Berbagai model tanda tangan terlampir dikolom-kolom yang sudah disiapkan. Saya dibuat bingung, masa iya ada yang minta bantuan untuk membangun masjid atau menyantuni anak yatim seperti…

    Selengkapnya »

  • Memoar Perjalanan: Berlin, Sebuah Titik Temu

    Memoar Perjalanan: Berlin, Sebuah Titik Temu

    /
    /

    Neswa.id-Kota tua dengan jalan bebatuan, suara lonceng gereja, dan orang-orang tua yang berjalan pelan di sebuah jalan lorong nan sempit. Tidak ada gedung-gedung tinggi, mall, atau suara klakson kendaraan yang saling berebut perhatian. Itulah yang pertama kali terlintas di kepala saya tentang kota ini, Berlin. Jauh sebelum saya sampai kota ini saya hanya mengira Berlin…

    Selengkapnya »

  • Memoar Perjalanan: Cerita di Karlsruhe (II)

    Memoar Perjalanan: Cerita di Karlsruhe (II)

    /
    /

    Neswa.idMobil sedan sederhana melesat dengan kecepatan tinggi membelah kota Karlsruhe. Perawakannya kalem dan keibuan juga lemah lembut, tapi tidak dengan gayanya mengemudi mobil. Entahlah berapa kali tangan ini harus secepat kilat mencari pegangan ketika laju mobil yang sedang tinggi mendadak berkurang kecepatannya yang akan membuat perut siapapun pasti akan mual. Antara gas dan rem seakan…

    Selengkapnya »

  • Puasa di Maroko, Apa Bedanya?

    Puasa di Maroko, Apa Bedanya?

    /
    /

    “Di sana sudah buka puasa belum?” “Dereng, pak. Ten mriki taseh jam 10 pagi.” Neswa.id-Percakapan begini, dan yang senada, barangkali jadi percakapan paling sering dialami oleh saya dan teman-teman pelajar Indonesia yang sedang menjalani Bulan Ramadan jauh-jauh di Maroko. Belum lagi kalau kami ikut kegiatan kajian online yang pesertanya dari manca-negara tapi berbasis di Indonesia.…

    Selengkapnya »

  • Memoar Perjalanan: Duwea

    Memoar Perjalanan: Duwea

    /
    /

    Neswa.id-“Duwaiqoh, lau samaht”!, (Mohon antar kami ke Duwaiqoh, atau seringkali dilafalkan sebagai Duwea). Begitu kira-kira percakapan awal saya dengan Pak Supir. “Eh, Duwea? Aywah. Balas sang supir, dengan nada heran, seperti tidak lumrah. Saya pun harus mengulang sekali lagi tujuan kami pagi itu. Duwaiqoh, atau Duwea. Saya mengerti. Pak supir ini pasti bingung, dan bertanya-tanya.…

    Selengkapnya »

  • Memoar Perjalanan: Aysel

    Memoar Perjalanan: Aysel

    /
    /

    Neswa.id-Tempat ini tidak pernah sepi. Tidak sekalipun. Terlebih hari itu, ketika ratusan orang memadati tiap jengkal jalan yang berumur ratusan tahun. Syari’ Muiz Lidinillah, begitulah orang-orang terdahulu menamai jalan setapak nan sempit ini. Jalan yang menyimpan banyak kisah, lintas dinasti. Hiruk pikuk lorong bazar dipenuhi berbagai macam manusia. Bazar, atau pasar ini terletak di sepanjang…

    Selengkapnya »

  • Memoar Perjalanan: Sepenggal Kisah Kopi di Khan Khalili, Maqha, ‘bak Istri Kedua’

    Memoar Perjalanan: Sepenggal Kisah Kopi di Khan Khalili, Maqha, ‘bak Istri Kedua’

    /
    /

    Neswa.id- Tentang kopi. Saya ingin sedikit berkisah mengenai perjalanan secangkir kopi. Tentu saja, setiap orang punya pengalaman berbeda dari satu, atau puluhan kopi yang mereka minum. Baik tentang cita rasa, pertemanan, perjalanan dan segala kisah yang ada di balik jutaan cangkir kopi yang bermula dari dataran Ethiopia, Yaman, Mesir, Turki, sampai ke seluruh penjuru dunia.…

    Selengkapnya »

  • Memoar Perjalanan: Beradu dengan Sholawat

    Memoar Perjalanan: Beradu dengan Sholawat

    /
    /

    Neswa.id-Matahari musim panas serasa menampar kulit. Siang itu suhu udara berkisar mencapai hingga 40 derajat celcius. Bukan main panasnya. Tenggorokan terasa sangat kering. Saya pun hampir tidak sadar ternyata masih ada sebongkah daging yang melindungi kerongkongan dari sengatan matahari. Bulan Agustus di Kairo adalah puncak musim panas. Jam tangan menunjukkan pukul 7 malam, namun senja…

    Selengkapnya »

  • Memoar Perjalanan: Cerita tentang Pelayat Bayaran

    Memoar Perjalanan: Cerita tentang Pelayat Bayaran

    /
    /

    Neswa.id-Saya tak menyangka sore itu akan melihat aksi ibu-ibu Mesir layaknya pemain sinetron. Mengkisahkan sebuah alur cerita yang dipenuhi dengan adegan sedih kemudian  menangis. Tentunya dengan air mata bercucuran, dan meninggalkan bekas hitam legam akibat maskara yang luntur. Siapa juga yang menyangka ibu-ibu tersebut berperan sebagai sosok antagonis. Setelah berteriak-teriak, menangis meraung-raung, tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.…

    Selengkapnya »

  • Catatan dari Kairo: Kuchuk Hanem

    Catatan dari Kairo: Kuchuk Hanem

    /
    /

    Neswa.id-“Tik, nyong ga isa gawe iki, kowe bae sing gawek iki yah. Isin ngkok mamake pangling karo aku!!”. Eeladalah, saya pun tertegun. Sebentar. Kemudian berpaling. Mencari segerombolan teman yang nampaknya sudah kelelahan dan bersandar di kursi penumpang layaknya seorang turis yang sedang berjemur di pantai.  Angkuh. Begitulah kira-kira sekilas gambaran Bandara International Abu Dhabi. Mungkin…

    Selengkapnya »