Tag: Gus Dur
  • Gus Dur dan Pembelaan terhadap Hak-Hak  Perempuan*

    Gus Dur dan Pembelaan terhadap Hak-Hak Perempuan*

    /
    /

    Gus Dur lahir pada 7 September 1940 dari pasangan KH. Wahid Hasyim dan Nyai Solihah. Gus Dur dilahirkan dalam lingkungan pesantren di Jombang Jawa Timur. Kedua orangtuanya merupakan ‘anak macan’, dari seorang kiai pendiri pesantren di Jombang. KH. Hasyim Asy’ari pendiri pesantren Tebuireng adalah ayah dari KH. Wahid Hasyim dan KH. Bisri Syansuri adalah ayah […]

    Selengkapnya »

  • Membumikan Kesetaraan Gender ala Gus Dur*

    Membumikan Kesetaraan Gender ala Gus Dur*

    /
    /

    Berbicara mengenai perempuan masih menyisakan beragam problem terutama dalam prakteknya. Budaya patriarki yang kadung mendarahdaging menjadi salah satu pemicunya. Lalu semakin menjadi ironi ketika budaya patriarki diperkuat dengan dalil agama yang difatwakan oleh laki-laki. Namun, di antara kaum laki-laki pemegang otoritas tersebut di tengahnya lahir Gus Dur, cucu dari Rais Akbar Nahdlatul Ulama―KH. Hasyim Asy’ari […]

    Selengkapnya »

  • Percik Pemikiran Gus Dur tentang Perempuan di Ruang Publik*

    Percik Pemikiran Gus Dur tentang Perempuan di Ruang Publik*

    /
    /

    Sejak saya diterima menjadi mahasantri Ma’had ‘Aly Sukorejo tahun 2019, saat itu pula pertama kalinya saya mendengar istilah tentang kesetaraan gender. Alhamdulillah, lambat laun saya mulai paham istilah tersebut ketika menyelesaikan beberapa buku bacaan terkait, salah satunya Qiraah Mubadalah Faqihuddin Abdul Qadir yang menggunakan diksi “konsep kesalingan” antara laki-laki dan perempuan. Saya juga menghadiri seminar-seminar […]

    Selengkapnya »

  • Gus Dur dan Feminisme Multikultural*

    Gus Dur dan Feminisme Multikultural*

    /
    /

    Desember. Selain erat kaitannya dengan momen natal, identik dengan “Bulan Gus Dur”. Mengenang Gus Dur, mungkin hal pertama yang diingat adalah “9 nilai” yang menjadi pegangan banyak kalangan. Namun, hal yang tak boleh dilupakan dari Presiden ke-4 RI ini adalah perannya dalam menginisiasi adanya Intruksi Presiden No. 9 Tahun 2000 yang menjadi dasar Pengarusutamaan Gender […]

    Selengkapnya »

  • Ruang Baca Pembaca “Hati Suhita” & Penanda “Kebangkitan” Sastra Pesantren (?)

    Ruang Baca Pembaca “Hati Suhita” & Penanda “Kebangkitan” Sastra Pesantren (?)

    /
    /

    Ruang Baca Pembaca “Hati Suhita” (Bagian 2, terakhir) Tulisan ini bagian terakhir dari tulisan sebelumnya https://neswa.id/artikel/bagaimana-proses-persalinan-novel-hati-suhita-bag-1/ Sekira dalam waktu dua hingga tiga bulan, akhirnya naskah HS berhasil dilahirkan dalam bentuk fisik sebagaimana dinanti-nanti oleh ribuan pembaca. Di sini, HS melompat sendiri. Lompatan yang tinggi bahkan. Menciptakan ‘pasar’ bagi para pembaca yang memburunya lengkap dengan euforia […]

    Selengkapnya »