,

Fatimah al Fihri, Mata Air Universitas di Dunia

/
/

Fatimah al Fihri, Mata Air Universitas di Dunia

Jika anda mengira penggagas perguruan tinggi datang dari kalangan pemikir Barat, maka selamat, anda keliru. Karena ternyata, pencetus ide pendirian perguruan tinggi datang dari seorang muslimah asal Tunisia, Fatimah al Fihri. Walaupun sering kali mendapat diskriminasi dan dinomorduakan, banyak sekali muslimah yang turut mewarnai peradaban dunia terutama dalam pendidikan.  Aisyah r.a misalnya, merupakan salah satu perempuan yang vokal dalam dunia pendidikan. Ia berhasil menjadi rujukan hukum dan hadis karena kecerdasan dan kebijaksanaannya. Begitupun dengan Fatimah al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia.

Fatimah binti Muhammad al-Fihri al Qurayshi adalah perempuan kelahiran Tunisia abad ke-9 M.  Putri saudagar kaya yang sangat peduli terhadap pendidikan. Dorongan keluarganya inilah yang membuat Fatimah dan saudaranya, Maryam, tertarik untuk menggeluti bidang pendidikan. Selama 80 tahun masa hidupnya, Fatimah mendedikasikannya untuk pendidikan hingga ia wafat pada 880 M.

Ketika Fatimah masih kecil, keluarganya berpindah ke Fez, Maroko untuk memenuhi urusan bisnis. Berkat pola asuh yang dilakukan oleh orangtuanya,  Fatimah lalu tumbuh menjadi wanita yang cerdas, intelektual, dan dermawan.  Ia kemudian memperoleh gelar Oum al Banine yang berarti ibu dari anak-anak Fez.

Suatu ketika, ayah dan suami Fatimah wafat. Ditinggal oleh dua orang terkasihnya tidak lantas membuatnya terpuruk. Dengan niat yang mulia, ia dan saudaranya sepakat mewakafkan harta warisan orangtuanya untuk umat. Mereka memutuskan untuk membangun masjid dan madrasah guna memajukan masyarakat kota.  Fatimah membangun Masjid al-Qarawiyyin sedangkan Maryam membangun Masjid Andalus.  

Masjid yang namanya diambil dari kota leluhur Fatimah ini didirikan pada tahun 859 M. Dalam proses pembangunannya, Fatimah al Fihri melakukan puasa setiap hari untuk mengharap berkah atas masjid tersebut. Biaya pembangunan dari bangunan ini seluruhnya dikeluarkan dari kantong pribadi. Berbekal dari kecintaanya terhadap pendidikan, Oum al-Banine juga turut membangun madrasah di samping masjid yang kemudian bertransformasi menjadi lembaga pendidikan formal, yakni universitas.

Pada tahun 861 M, Universitas Al-Karaouine resmi berdiri. Universitas ini sangat menarik perhatian orang dari berbagai penjuru dunia sehingga menjadi tujuan mereka untuk menimba ilmu. Bahkan, tercatat mahasiswa di kampus tersebut bukan hanya berasal dari golongan muslim saja, melainkan juga ada mahasiswa dari golongan nonmuslim. Berdirinya universitas ini mengakibatkan kajian ilmu di dunia berkembang cukup pesat.   

Selain sumbangsih dalam pendirian universitas, hasil pemikiran Fatimah al Fihri sampai sekarang juga masih banyak digunakan, yakni kurikulum pembelajaran, sistem pengajaran, bahkan sampai ke simbol akademik; salah satunya pencetusan pemakaian toga. Pakaian berbentuk segiempat, merupakan hasil pemikiran Fatimah sebagai representasi Kabah yang merupakan kiblat dari kaum muslim.

Universitas Al Karaouine yang resmi berdiri pada tahun 861 M ini tercatat sebagai universitas tertua menurut Guinnes Book of Record dan UNESCO. Usianya lebih lama dari Universitas al Azhar, Bologna, Oxford, dan Harvard.

Andil besar yang dimiliki oleh Fatimah al Fihri ini diharapkan mampu menjadi pembakar semangat kaum muslimah di mana pun berada untuk senantiasa menuntut ilmu. Maka, tidak ada lagi alasan bahwa perempuan ditakdirkan untuk mengurus masalah domestik saja karena jauh sebelum kita banyak pemikir dan tokoh pendidikan yang lahir dari kaum muslimah. Lagipula bukankah menuntut ilmu itu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah?

—–

Referensi:

https://nationalgeographic.grid.id/read/132908969/fatima-al-fihri-perempuan-muslim-pendiri-universitas-pertama-di-dunia?page=all

https://islam.nu.or.id/sirah-nabawiyah/fatimah-al-fihri-perintis-universitas-di-dunia-islam-nYUbF

Ja’far, Handoko. 2015. “Perempuan dalam Minoritas Pendidikan”. Ta’limuna. Vol.4 (2), 90-102

Jatatun Karryna Milyar, Zanna. 2020.”Masjid Al-Qarawiyyin pada Dinasti Alawiyyin Maroko Tahun 1912-1956 M”. Skripsi. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga

Sumber gambar: behance.net



Leave a Reply

Your email address will not be published.