Category: Esai
  • Ketika Tafsir Klasik Memastikan Keadilan untuk Perempuan

    Ketika Tafsir Klasik Memastikan Keadilan untuk Perempuan

    /
    /

    Hadia Mubarak dalam artikelnya “Classical Qur’anic Exegesis and Women” memberikan kritik terhadap pandangan yang mengatakan bahwa tafsir era pertengahan misoginis dan mengaburkan pesan egalitarian Alquran, utamanya sebagaimana disampaikan oleh generasi pertama tafsir feminis. Pandangan kelompok pertama ini, menurutnya, memaksakan standar modern pada masa lalu atau bersifat anakronistik. Mubarak menyatakan, benar tafsir abad pertengahan memang dilahirkan […]

    Selengkapnya »

  • Kapan Kamu Pernah Menziarahi Wali Perempuan?

    Kapan Kamu Pernah Menziarahi Wali Perempuan?

    /
    /

    Sedari kecil tanpa terasa dan terpikirkan, saya terkungkung dalam tradisi ziarah yang patriarkis. Berkat hidup dalam lingkungan sosial yang didominasi kelompok santri, saya terbiasa untuk melakukan tradisi ziarah kubur. Pada awalnya, tradisi ini saya lakukan berkat ajakan kakek saya yang sangat rajin ziarah pada sanak keluarganya. Saya kemudian ikut-ikutan ziarah ke bapak-ibu kakek saya, saudara […]

    Selengkapnya »

  • Metodologi Fatwa Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) sebagai Diskursus Pengarusutamaan Gender di Indonesia

    Metodologi Fatwa Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) sebagai Diskursus Pengarusutamaan Gender di Indonesia

    /
    /

    Tulisan ini mencoba menganalisis buku Metodologi Fatwa KUPI: Pokok-Pokok Pikiran Musyawarah Keagamaan Kongres Ulama Perempuan Indonesia.  Penulis mendapatkan buku ini dari Tim Redaksi KUPI yang tak terlepaskan dari pelatihan/seminar Rumah KitaB di Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon pada September 2019. Seminar saat itu membahas konsep tentang qiwammah dan wilayah yang dihadiri oleh narasumber utama Profesor […]

    Selengkapnya »

  • “Rufqah” dalam Perjalanan Perempuan

    “Rufqah” dalam Perjalanan Perempuan

    /
    /

    Minggu lalu (16/02/2022 M- 15 Rajab 1443 H) majalah Shaut Al-Azhar melansir pandangan Syekh Ahmed Thayyeb tentang perempuan. Di antaranya perihal hukum perempuan bepergian tanpa mahram. Dalam tulisan itu diperbolehkan dengan syarat “rufqah ma’munah” yang kemudian diterjemahkan dengan “teman yang dipercaya” oleh Sanad Media dalam poster yang diunggah di media sosialnya waktu itu. Alih bahasa […]

    Selengkapnya »

  • Mengapa Umat Islam Tertinggal?

    Mengapa Umat Islam Tertinggal?

    /
    /

    Adalah Raffaello Sanzio (m. 1520) atau biasa dikenal dengan Raphael, sang maestro kenamaan Italia yang telah membawa bayangan Averroes atau Ibnu Rusyd (m. 595/1198) ke dalam salah satu pusat peradaban Eropa Barat pada masanya, Vatikan. Raphael menghiasi dinding-dinding Stanza della Segnatura dengan fresco yang masing-masing mengandung sebuah tema. Ruangan ini berdekatan dengan kapel Sistine, puncak […]

    Selengkapnya »

  • Menyelami Hadis Rasulullah: Pengkhianatan Istri kepada Suami

    Menyelami Hadis Rasulullah: Pengkhianatan Istri kepada Suami

    /
    /

    Rasulullah menyampaikan sabdanya bukan serta merta hanya mengeluarkan kata-kata saja dari lisannya. Sabda Rasulullah mengandung banyak pesan dan hikmah yang bisa dipetik bila pembaca atau pendengar benar-benar menyelaminya. Salah satu hadis yang sering menjadi sasaran kesalahpahaman adalah hadis tentang “Pengkhianatan Istri Kepada Suami”. Dalam hadis tersebut terdapat kata “khianat” yang sesuai konteksnya mengarah kepada istri. […]

    Selengkapnya »

  • Jalan Panjang Perjuangan Perempuan

    Jalan Panjang Perjuangan Perempuan

    /
    /

    Di setiap zaman selalu ada bukti yang menyatakan bahwa perempuan tidak sejajar dengan laki-laki. Athena, negara yang konon menjadi pelopor demokrasi modern nyatanya tidak pernah menganggap perempuan sebagai warga negara. Kedudukan perempuan dalam posisi yang inferior, di mana mereka tidak dianggap sebagai warga negara dan karenanya tidak memiliki hak untuk ikut menentukan keputusan politik. Perempuan […]

    Selengkapnya »

  • Pesantren dan Santri; Dinamika dan Sistem Pembelajaran

    Pesantren dan Santri; Dinamika dan Sistem Pembelajaran

    /
    /

    “Ustadzah, mudabbirah Laila mariidhah!”, dengan nada teriak seorang santriwati tergopoh-gopoh mendatangi ruangan para ustadzah, di suatu sore jelang maghrib. Tak lama kemudian, dua ustadzah mengikuti santriwati ke arah yang dimaksud. Mereka berucap salam lalu masuk ke salah satu kamar para santriwati di mana mudabbirah Laila (santriwati pembina) yang menjadi pemimpin di asrama situ sedang terbaring […]

    Selengkapnya »

  • Perempuan Berpendidikan Tinggi bukan hanya untuk Anaknya

    Perempuan Berpendidikan Tinggi bukan hanya untuk Anaknya

    /
    /

    Sebuah pertanyaan klise dari masyarakat negara berkembang dengan sejagat problemnya—ketimpangan ekonomi, sulitnya akses pendidikan dan kesehatan, serta budaya patriarkinya, yakni; “perempuan berpendidikan tinggi, untuk apa?” Tidak heran muncul pertanyaan demikian, lha wong tujuan berpendidikan atau sekolah sampai jenjang tinggi saja masih diperdebatkan. Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau lapangan pekerjaan tidak tersedia luas? Kalau akhirnya ikut […]

    Selengkapnya »

  • Gus Dur dan Pembelaan terhadap Hak-Hak  Perempuan*

    Gus Dur dan Pembelaan terhadap Hak-Hak Perempuan*

    /
    /

    Gus Dur lahir pada 7 September 1940 dari pasangan KH. Wahid Hasyim dan Nyai Solihah. Gus Dur dilahirkan dalam lingkungan pesantren di Jombang Jawa Timur. Kedua orangtuanya merupakan ‘anak macan’, dari seorang kiai pendiri pesantren di Jombang. KH. Hasyim Asy’ari pendiri pesantren Tebuireng adalah ayah dari KH. Wahid Hasyim dan KH. Bisri Syansuri adalah ayah […]

    Selengkapnya »