Author: Betari Imasshinta
  • Seorang Perempuan dan Rumahnya

    Seorang Perempuan dan Rumahnya

    /
    /

    Kretek mengepul di tangan kirinya, seraya berkata, “aku tak salat, bahkan ketika sesekali ingin salat, siapa yang bisa menyakinkanku bahwa salatku lebih khusyuk dari tiup nama-Nya di tiap kepul asap rokokku”. Di hadapan saya adalah seorang perempuan yang -bagian sebagian orang- cukup berantakan tetapi memiliki aura pemikatnya sendiri. Empat mata di tempat di mana gemerlap […]

    Selengkapnya »

  • Efek Samping Menolak Ketimpangan

    Efek Samping Menolak Ketimpangan

    /
    /

      Beberapa waktu lalu penulis ditawari berbincang perihal bias gender dan gerakan keperempuan di kalangan aktivis mahasiswa. Terhadap tajuk pembicaraan semacam ini, penulis merasa terjangkit “Dunning-Kruger effect”. Ketika kita merasa lebih hebat dari orang lain di bidang tertentu padahal sebenarnya tidak. Efek ini pula yang penulis jadikan sudut pandang kepada kelompok yang menggugat bias gender […]

    Selengkapnya »

  • Bilangan Fu Bukan Bilangan Feminis

    Bilangan Fu Bukan Bilangan Feminis

    /
    /

    Judul : Bilangan Fu Penulis : Ayu Utami Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia Jumlah Halaman : x + 537 Cetakan : pertama/2008 ISBN 13 : 978-979-91-0122-8 Peresensi : Betari Imasshinta Sama halnya ketika orang-orang berkata bahwa perempuan sulit dimengerti. Bukan sulit dimengerti, melainkan tak terjemahkan. Bilangan Fu adalah tak terjemahkan. Ia (perempuan) bukan tidak bisa […]

    Selengkapnya »

  • Serat Chentini dan Prototype Mubadalah

    Serat Chentini dan Prototype Mubadalah

    /
    /

    Serat yang terdiri dari 12 jilid dan berbentuk tembang ini banyak digubah kembali oleh para sejarawan dan cendekia, seperti Pustaka Centhini (Ringkasan 12 Jilid Serat Centhini) oleh Ki Sumidi Adisasmita (Bahasa Jawa), Ringkasan Centini (Suluk Tambanglaras) oleh R.M.A. Sumahatma, Serat Centhini oleh Agus Wahyudi (Bahasa Indonesia). Pun kajiannya mewujud dalam telaah luas termasuk di antaranya […]

    Selengkapnya »

  • Sebuah Kutipan dan Pengakuan Diri

    Sebuah Kutipan dan Pengakuan Diri

    /
    /

    “Akui saja saat lemahya kendali diri atau kehendak Anda tidak berkaitan dengan klaim kebenaran pendapat yang Anda kemukakan.” Sepotong kutipan ini disadur dari buku “Logically Fallacious” (Terj.) karya Bo Bennett, Ph.D. Tulisan yang menghadirkan ratusan bentuk cacat logika dalam berkomunikasi ini, pada kiat ke 7-nya mengajukan suatu penawaran mutlak bahwa ada kalanya manusia perlu membongkar […]

    Selengkapnya »

  • Punakawan dan Cara Beragama Masyarakat Kita

    Punakawan dan Cara Beragama Masyarakat Kita

    /
    /

    Sejarah religi nusantara menyimpan catatan penting mengenai tokoh abdi abadi dalam pewayangan, bernama punakawan. Peran punakawan yang lekat pada banyolan, terbukti menjadi media transparan menyelami luasnya spektrum religi masyarakat. Dus masyarakat -penganut agama formal maupun bukan- sadar maupun tidak, dapat berinstropeksi melalui karakter yang dibawa punakawan. Punakawan memiliki versi yang berbeda di masing-masing daerah laik […]

    Selengkapnya »