Yauman Ma Kuntu Islamiyan Part (8)

-8-
Kepahlawanan Thariq dan Ghulam

Sejak computer masuk ke dalam rumah, bukan hanya nasyid yang menemani hari-hariku. Terutama setelah computer di rumah berganti dengan computer baru berpentium 2, yang bekerja dengan menggunakan windows. Pameran buku Internasional pun tidak lagi hanya menjual buku-buku dan kaset. Ada banyak stand yang menjual cd. Dari CD Al-Qur’an dengan berbagai bacaan Imam, CD pelajaran, CD kajian atau cd program-program Islam lainnya. Baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Di antara semua CD yang aku beli, film “Catatan harian Thariq” produksi Shakhr menjadi pilihanku. Sebuah Film kartun dengan tokoh utama bernama Thariq. Thariq adalah anak kecil yang tinggal di Eropa bersama kedua orang tuanya yang kaya raya. Dalam kisah ini diceritakan kalau Thariq diculik. Sang penculik meminta tebusan besar, yaitu 1 juta dolar. Ayah Thariqpun melaporkan penculikan itu kepada polisi untuk membantunya menemukan Thariq. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya ketakutan, Thariq justru menjalin komunikasi dengan sang penculik di tempat di mana dia disembunyikan. Thariq berusaha menjelaskan Islam kepada sang penculik bahkan berhasil mengajaknya masuk Islam. Sehingga ketika polisi menangkapnya, Thariq justru membantunya untuk lepas dari penangkapan itu.

CD ini tidak hanya memuat film tentang Thariq saja. Akan tetapi juga memuat hadits-hadis penting Nabi saw, yang berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari. Di setiap episode film, kita akan menemukan sebuah hadits dengan sebuah ikon. Jika ikon ini diklik, maka akan muncul penjelasan mengenai hadits tersebut, lengkap dengan para perawinya. Hadis-hadis dalam CD ini, juga ditampilkan dalam bentuk game. Misalnya, kamu akan menemukan game dengan tema angkasa.

Kemudian kamu bisa memilih sebuah pesawat dengn tulisan alladzi laisa fi jaufihi syai-un minal-Qur’an, yang di dadanya tidak ada sedikitpun ayat-ayat Al-Qur’an. di depan pesawatmu, akan terlihat beberapa makhluk angkasa dengan tulisan yang bermacam-macam. Untuk menjalankan pesawatmu maka kamu harus memilih satu makhluk angkasa yang ada di depan pesawatmu, untuk melengkapi tulisan yang ada di pesawatmu. Di antara semua pilihan jawaban itu, hanya ada satu jawaban yang benar yang dapat kamu pilih. Misalnya kamu memilih makhluk dengan tulisan kal-baitil-kharbi, bagaikan rumah yang rusak. Maka jika makhluk itu kamu klik, dia akan meledak, dan pesawatmu bisa melanjutkan melintas ke sesi berikutnya. Itu artinya jawaban kamu benar.

Setiap pagi, Ibu Thariq akan membaca dzikir pagi di atas sajadah shubuhnya. “Allāhumma inni ashbahtu asyhaduka wa asyhadu chamalata ‘asryika wamalaikatik wajami’i khalqik annaka anta Allah. La ilaha illa Anta wachdak la syarika lak. Wa anna Muhammadan ‘abduka warasuluk”.

Sementara sang Ayah memberikan petuah dengan menggunakan hadis-hadis Nabi saw. Misalnya ketika Thariq menolak memakan satu jenis makanan yang ada di piring sarapan paginya. Ayahnya menyebutkan hadis Nabi saw, “Ma dzamma Rasulullah saw tha’aman qattu. Idza isytahahu akalahu, waidza ‘afahu tarakahu”. Rasulullah saw tidak pernah mencela makanan apa pun. Jika beliau menyukainya, maka beliau akan memakannya. Akan tetapi apabila Rasulullah saw tidak menyukainya, maka beliau meninggalkannya.

Thariq sendiri mampu mengajak sang penculik yang bernama Joseph masuk Islam. Thariq menjelasan makna shalat dan puasa kepada Joseph. Penjelasan yang diberikan Thariq itu menggurat tajam benakku. Hingga muncul harapan ada channel televisi anak yang menayangkan film Thariq, atau film-film seperti Thariq. Film atau sinetron. Penokohan Thariq ini terasa kuat bagiku, jauh lebih kuat dari tokoh Kapten Majid, Marma Ra’d, atau kemenangan Maringer dalam keluarga Abul-Ghadhab.

Film Thariq ini memberiku inspirasi untuk melakukan apa yang dia lakukan, yaitu berdakwah. Aku mengasah kemahiranku ini kepada teman-teman yang ada di sekelilingku. Biasanya, itu kulakukan sebelum kami selesai bermain atau sebelum adzan berkumandang. Aku akan mengajak mereka untuk shalat di masjid. Hingga kemudian aku menemukan sebuah situasi yang melatih kemahiranku ini kepada anak yang usianya jauh di atasku, sepuluh tahun lebih tua dariku. Akupun semakin percaya diri.

Namanya Adil. Dia baru saja pindah ke kampung kami. Aku mengenal dia dan sering mengajaknya berkomunikasi setiap kali kami berpapasan. Sebelumnya, Adil adalah seorang perokok. Dia juga tidak berjamaah secara teratur di masjid. Maka, aku memutuskan untuk meminjamkan dua kaset milik perpustakaan masjid kepadanya. Yaitu kaset “Mengapa kamu tidak shalat?” dan “Perang rokok”nya Syekh Muhammad Husain Ya’qub. Aku mengajaknya berdiskusi tentang kebiasaannya merokok. Aku juga memberinya hadiah beberapa buku kecil tentang bahaya rokok .

Aku terkejut dan tidak bisa mempercayai diriku sendiri ketika mendengar dia berbicara, bahwa dia akan meninggalkan rokok. Dia memberitahu aku kalau keputusan itu dia ambil setelah mendengarkan nasehat dan membaca buku-buku yang aku berikan kepadanya. Dia melemparkan kotak rokok terakhirnya dari dalam kantong bajunya, di depanku.

Mulanya, aku pikir dia hanya sedang basa-basi, atau hanya ingin mengambil hatiku saja. Dia tidak akan seserius itu. Akan tetapi ternyata sejak hari itu, aku tak pernah melihatnya merokok lagi, meski satu batang sekalipun. Hatiku menari gembira. Kata-kata Ibu Thariq kepada putranya ketika membacakan hadits Rasulullah saw berdendang di telingaku. “Laan yuhdiyakallahu bika rajulan khairun minad-dunya wama fiha”. Membuat seseorang mendapatkan petunjuk Allah karena kamu, itu jauh lebih baik dari dunia dan seisinya.

Thariq adalah pahlawan dari dunia modernku. Adapun tokoh pahlawan lain yang datang dari dunia mitos masa lalu adalah Ghulam. Laki-laki itu hanya menyebut dirinya sebagai Ghulam. Nama itu yang dia gunakan untuk menjelaskan dirinya kepada Raja dzalim yang ingin membunuhnya di kisah Ashabul Ukhdud yang sangat terkenal itu. Kalimat “Bismillahi Rabbil-ghulam” adalah kalimat rahasia yang harus Raja baca jika ingin membunuhnya, tepat sebelum Raja melepaskan anak panah yang ditujukan kepadanya.

Kisah Ghulam ini berawal dari kebingungannya ketika harus menghadapi penyihir dan orang Alim. Dia ragu ketika harus menghadapi keduanya. Maka ketika dia menemukan sebuah kuda tunggangan yang besar dan menghalangi jalanan yang biasa dilalui orang, dia mengambil batu dan berdoa kepada Tuhannya, “Jika orang alim ini lebih dekat kepada-Mu daripada penyihir itu, maka matikanlah kuda ini, Tuhan.” Kemudian Ghulam melemparkan batu itu ke kuda yang menghalangi jalanan itu hingga mati.

Semua orang yang menyaksikan apa yang Ghulam lakukan bergembira. Mereka berbondong-bondong mendatangi Ghulam, memintanya untuk mendoakan mereka, memintanya untuk menyelesaikan semua masalah yang mereka hadapi. Ghulam akan menyelesaikan masalah-masalah mereka dengan sebelumnya mengucapkan, “Bismillah”.

Berita tentang kemampuan Ghulam dalam menyelesaikan berbagai masalah ini kemudian menyebar ke mana-mana hingga sampai ke telinga Raja. Raja tidak suka mendengarnya. Maka Raja memerintahkan pasukannya untuk menghabisi Ghulam. Berbagai usaha untuk membunuh Ghulam mereka lakukan. Akan tetapi tidak ada satu usaha pun yang mampu membunuh Ghulam.

Maka Ghulam memberi isyarat kepada Raja. Hanya ada satu cara yang bisa Raja lakukan untuk membunuhnya. Yaitu, Raja harus mengumpulkan semua orang di sebuah tempat terbuka. Sebelum melepaskan anak panah yang ditujukan kepadanya, Raja harus mengucapkan kalimat, “Bismillahi Rabbil-Ghulam” Dengan Nama Allah, Tuhan Ghulam.

Dan Benar. Kalimat rahasia itu mampu membunuh Ghulam. Akan tetapi kematiannya justru menjadi jalan bagi semua orang yang menyaksikan proses pembunuhan itu, untuk beriman kepada Tuhannya, Tuhan Ghulam. Tepat seperti yang dia rencanakan.

Keimanan mereka ternyata menyulut kemarahan Raja. Sehingga Raja memerintahkan pasukannya untuk membuat parit, menyuruh mereka memasukkan semua orang yang beriman kepada Tuhan Ghulam ke dalam parit dan membakar mereka hidup-hidup.

Cerita ini hanyalah satu dari puluhan cerita yang ada di majalah Bara’imul-Iman. Majalah anak-anak yang diberikan secara cuma-cuma jika kamu membeli majalah Al-Wa’yu Al-Islamiy. Sebuah majalah bulanan Kuwait yang sangat terkenal, yang penjualannya menyamai penjualan majalah Mickey mouse, Flash atau Samir. Atau bahkan mungkin majalah-majalah bagus lainnya.

Kisah ini meskipun kisah lama, tetapi tidak pernah membuatku bosan. Aku membacanya berulang-ulang. Aku pun tidak pernah bosan membayangan bagaimana wajah Ghulam, yang merelakan dirinya menjadi tumbal untuk menjadi petunjuk bagi kaumnya. Sosok pahlawan yang cerdas dan pintar.

*Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *