Langkah Rasulullah dalam Menyikapi Wabah Penyakit

Virus covid-19 menjadi perbincangan hangat di dunia internasional akhir-akhir ini. Bahkan WHO secara resmi mengumumkan bahwa covid-19 merupakan sebuah pandemik yang penyebarannya tidak lagi dapat dikontrol. Ia menyebar seiring dengan massifnya interaksi antar manusia, karena virus ini tidak hidup di udara melainkan di benda-benda atau melewati cairan yang keluar dari penderitanya.

Coronavirus ini cukup membuat panik beberapa masyarakat, terlebih mereka yang harus bekerja dan beraktivitas di luar rumah dan mengharuskan bertemu banyak orang. Syukurlah, beberapa daerah yang sudah membuat keputusan untuk menghentikan segala macam aktivitas dan kegiatan untuk mengurangi penyebaran secara massif.

Wabah penyakit tidak hanya terjadi saat ini saja. Dalam catatan sejarah ragam virus dan wabah penyakit yang menelan ribuan korban, termasuk wabah kolera, influenza, HIV, SARS, MERS dll pernah terjadi. Bahkan di zaman Rasulullah pernah terjadi wabah yang menular dan mematikan, yaitu penyakit kusta, pes dan lepra. Lantas bagaimana Rasul menyikapinya, dan apa sunnah beliau yang dapat kita ikuti seiring dengan penyebaran coronavirus saat ini?

Ada salah satu hadist yang banyak dikutip terkait dengan larangan Rasul terhadap umatnya untuk mendekati wilayah dan juga kawasan yang tersebar virus tersebut.

“Jangan kamu terus-menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta”. (HR. Bukhori)

Hadist ini menghimbau untuk masyarakat saat itu untuk tidak bepergian ke daerah yang banyak terkena kusta, juga bagi mereka yang sudah berada di dalamnya hendaknya tidak bepergian ke daerah lain untuk meminimalisir penyakit tersebut semakin meluas.

“Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu”. (HR. Bukhari)

Ya, dalam masa-masa seperti maraknya penularan wabah penyakit Rasul juga menerapkan SOP atau standar baik keamanan dan kesehatan untuk publik. Selain itu, Rasul juga menghimbau untuk meminta perlindungan dari Allah SWT atas musibah tersebut dengan membaca doa-doa yang kerapkali dibaca Rasul agar terhindar dari penyakit membahayakan.  

Seperti membaca Shalawat Tibbil Qulub, atau doa penenang hati.

“Allahumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa’aafiyatil abdaani wa shifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim”.

Artinya:

“Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya.”

Tentunya apa-apa yang Rasul lakukan merupakan hal terbaik untuk masyarakat saat itu, dan juga dapat diikuti oleh masyarakat kita secara umum. Selain itu juga menjadi penting untuk memperhatikan himbauan dari Dinas Kesehatan, baik WHO atau pemerintah setempat untuk sama-sama menjaga dan berikhtiar menolak penyakit covid-19 yang sudah membuat dunia internasional waspada dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar.

Semoga dengan mengamalkan apa-apa yang Rasul contohkan sedikit banyak dapat membantu menjaga dan meminimalisir penyebaran coronavirus saat ini. Selebihnya sebagai makhluk Allah yang beriman, kita dianjurkan untuk tetap beriman terhadap segala ketetapan-Nya tanpa mengabaikan usaha manusia sebagai bentuk ikhtiarnya.

Wallahu A’lam Bisshawaab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *